PT.Timah Disoroti Publik, Amak Babel Harapkan KPK Turun

Views: 120
0 0
Read Time:2 Minute, 1 Second

 

Bangka tengah- Adanya aktifitas pertambangan timah di pinggir jalan dan tak jauh dari fasilitas umum lainya, Publik pertanyakan Surat Perintah Kerja (SPK) PT.Timah bisa terbit.

Ketua LSM Amak Babel, Hadi Susilo merasakan ada kejanggalan atas penerbitan SPK PT.Timah terhadap mitra kerja tanpa melihat kondisi dilapangan. Salah satunya penerbitan SPK kegiatan Kolong Juhin Desa Kayu besi Kecamatan Namang dengan mitra kerja CV.Jaya Makmur sentosa dengan Penanggung Jawab Operasional (PJO) atas nama Fransiska Aryani tertanggal 9 April 2021.

“Kami melihat lokasi kolong juhin itu letaknya dipinggir jalan raya, tidak jauh dari SD dan berada di pemukiman warga Desa Kayu besi. Pertanyaan kami, kok SPK itu bisa terbit,” kata Hadi, Selasa (27/4).

Menurut Hadi, seharusnya perusahaan plat merah ini melihat kondisi dilapangan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan, salah satunya jika jalan raya yang merupakan akses pengedara setiap hari ini rusak siapa yang tanggung jawab.

“Belum lagi bicara kebisingan. Aneh, tampak sekali SPK mudah di terbitkan oleh PT.Timah,” ungkapnya.

Selain masalah mudah nya SPK tersebut terbit, apakah pengawas tambang dan pengangkutan Bangka Tengah melihat aktifitas tambang tersebut setiap hari. Perlu diketahui, aktifitas di kolong juhin itu metodenya Tambang Inkonveksional (TI) rajuk.

“Coba pak Rahendra pengawas tambang, lihat dilokasi itu penambangnya pakai helm nggak. Coba tegakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nya. Kalau terjadi kecelakaan tambang, apakah pak Rahendra ini mau bertanggung jawab atau bapak Sigit Prabowo selaku Kepala teknis Unit Produksi Darat Bangka yang mengeluarkan SPK itu juga bertanggung jawab,” tanyanya sekali lagi.

Hadi menilai alam Bangka Belitung ini rusak karena mudah terbukanya kran-kran berbentuk SPK tanpa kroscek lapangan.
“Miris, melihat alam bangka hancur salah satu faktornya SPK PT.Timah musah sekali terbit,” ulasnya.

Carut marutnya perizinan dan dugaan lainnya di tubuh PT.Timah, Hadi juga sudah melaporkan ke KPK melalui Wabsaitenya.
“Harapan kami KPK turun ke Bangka Belitung, periksa dugaan apapun yang merugikan negara,” ungkapnya seraya menyebut pernah membaca media online bahwa adanya kerugian negara sebesar Rp.300 Milyar di PT.Timah.

“Harus ada buntutnya, kalau memang ada kerugian negara harus di tindak oknum-oknum tersebut,” timpalnya.

Bagian Humas PT.Timah, Anggi dihubungi awak media melalui sambungan Handphone seluler tidak menjawab, begitupun konfirmasi melalui via WhatsApp (WA) juga tidak memberikan tanggapan.

Penampung timah aktifitas Kolong Juhin, bernama Johan yang sebelumnya mengakui dialah pembeli timah aktifitas tersebut saat dihubungi kembali tidak merespon pertanyaan terkait timah yang dibeli itu dibawa kerumah pribadi atau langsung ke gudang PT.Timah. (RN)

Puskominfo indonesia

Ref : Rmn

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *