PEMKOT BOGOR BERUPAYA MENGURANGI SAMPAH HINGGA 20 PERSEN PADA TAHUN 2021

Views: 72
1 0
Read Time:2 Minute, 19 Second

Infokriminal.com, Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali mendapatkan penghargaan di Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2021 sebagai salah satu dari 13 (tiga belas) Kota yang berhasil mengurangi sampah sebanyak 16 (enam belas) persen pada Tahun 2020.

Berkat penghargaan ini, Pemkot Bogor mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) yang Plakat DID-nya diberikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya kepada Wali Kota Bogor Bima Arya secara virtual di ruang kerjanya, pada Hari Senin (22/2/2021).

“Di tengah berbagai keterbatasan terkait dengan kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) dan lainnya, kami fokus pada upaya untuk mengurangi sampah yang ada dilingkungan masing-masing serta melibatkan warga masyarakat langsung. Insya Allah dari hasil yang kita capai sekarang ini bisa memberikan motifasi dan semangat untuk fokus mengurangi sampah,” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor Deni Wismanto mengatakan, “penghargaan ini terkait kinerja pengurangan sampah di Kota Bogor pada tahun 2020. Dan ada 13 (tiga belas) Kota dan 1 (satu) Provinsi yang menerima penghargaan ini termasuk Kota Bogor,” ungkapnya.

Pada tahun 2020, Kota Bogor berhasil menurunkan sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga sebesar 16 (enam belas) persen dari 650 (enam ratus lima puluh) ton sampah setiap harinya.

“Pada tahun 2020 target Nasional pengurangan sampah 20 (dua puluh) persen, dan Kota Bogor berhasil menurunkan 16 (enam belas) persen. Maka pada tahun 2021 ini, target kami bisa menurunkan sampai 20 (dua puluh) persen karena target Nasional naik ke 24 (dua puluh empat) persen,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor Deni Wismanto.

Deni Wismanto menuturkan, penurunan sampah ke TPA ini butuh dukungan masyarakat. Pasalnya, pengelolaan sampah atau mengurangi sampah (reduksi) harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah, sehingga sampah yang dibuang ke TPS bisa lebih sedikit.

Deni Wismanto pun menjelaskan, ada dua cara mereduksi sampah yakni Sampah Anorganik melalui Bank Sampah dan yang Organik bisa diolah menjadi Budidaya Maggot dan Pupuk Alami.

“Di Kota Bogor ada 27 (dua puluh tujuh) TPS 3R, dan 346 (tiga ratus empat puluh enam) Bank Sampah sebagai tempat pengolahan sampah dan mereduksi sampah,” kata Deni Wismanto.

Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Bogor Dimas Tiko mengatakan, di HPSN 2021 mengusung tema Sampah Sebagai Bahan Baku Ekonomi di Masa Pandemi.

Jika Sampah Organik dikelola dengan baik maka akan menjadi Budidaya Maggot serta oembuatan Pupuk Alami yang bisa mendatangkan nilai ekonomis. Dan sebaliknya untuk Sampah Anorganik bisa berkurang berkat Program Bogor Tanpa Kantong Plastik (BOTAK) yang nantinya akan merambah ke pasar tradisional.

“Kami terus dorong inovasi untuk pengurangan sampah di Kota Bogor, ini kali kedua penghargaan yang diterima Kota Bogor dan jumlah penurunan sampah semakin meningkat dari 14 (empat belas) persen pada tahun 2019 menjadi 16 (enam belas) persen di tahun 2020,” pungkas Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Bogor Dimas Tiko.

Ref: bah Koko

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *