Pembunuhan Tenaga Pengajar di Kabupaten Puncak Papua, Dikutuk Keras Oleh Ketum PB PGRI

Views: 19
0 0
Read Time:1 Minute, 24 Second

 

Infokriminal.com, Papua – Kami mengutuk keras atas penembakan hingga menyebabkan tewasnya 2 (dua) orang guru di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua dalam dua hari berturut-turut.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua umum (Ketum) Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Prof. Unifah Rosyidi dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, pada hari Minggu (11/4/2021).

Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang menewaskan 2 (dua) guru atas nama Oktavianus Rayo (42), dan Yonathan Renden (28) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua yang menyita perhatian banyak pihak. Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) mengecam dan mengutuk keras aksi tersebut.

Prof. Unifah mengatakan, guru adalah penyuluh peradaban bangsa yang bertugas mengabdikan diri untuk mencerdaskan generasi bangsa, sehingga harus dilindungi dalam menjalankan tugasnya. Maka itu, Unifah menyampaikan bahwa guru tidak sepatutnya ditembak.

“Dia (guru) bukan sosok yang berkonflik. Dia sosok pendidik anak-anak. Dia tidak terlibat atau termasuk kelompok berkepentingan. Jadi siapa pun harusnya menghormati. Kalau sampai guru itu ditembak, dibunuh, itu menurut kami sangatlah biadab,” ujar Unifah.

“Guru harus dilindungi, Di Papua kan masih banyak kekurangan guru jadi kami minta agar mereka dilindungi pemerintah, dan aparat keamanan memberikan jaminan kepada para guru,” sambung Unifah.

Diberitakan sebelumnya, KKSB Pimpinan Sabinus Waker dilaporkan juga membakar sejumlah Sekolah di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, yaitu SD Jambul, SMPN 1, dan SMAN 1 Beoga.

Kecaman atas aksi biadab itu juga datang dari Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal yang mengatakan aksi dan pelaku penembakan guru di Papua adalah perbuatan biadab, hal yang sama juga diungkapkan oleh Bupati Puncak Wilem Wandik, aksi biadab KKB ini menodai nilai-nilai kemanusiaan.

“Guru dan tenaga medis adalah pejuang kemanuasiaan mereka sepatutnya mendapat perlindungan,” pungkas Wandik, beberapa waktu lalu.

(Kumaedi/Red)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *