Merasa Diintimidasi Oknum Polisi, Media Nusantara News Protes Polsek Ciledug

Views: 202
0 0
Read Time:4 Minute, 43 Second

AKSI protes dan somasi Media Nusantara News yang dilayangkan kepada Polsek Ciledug, Tangerang terkait tindakan oknum Kanit Reskrim Polsek Ciledug yang diduga telah melanggar Undang Undang Pers No. 40 tahun 1999 dengan menghalangi fungsi dan tugas Pers sebagai sosial kontroldalam investigasi toko kosmetik yang terindikasi bermasalah akhirnya berujung damai.

Seperti diketahui,dalam aksinya oknum tersebut selain tidak sesuai SOP dan bertindak di luar wilayah hukumnya, juga melakukan intimidasi dan perampasan perangkat kerja awak Media Nusantara News, yang saat itu tengah melakukan investigasi, pada Sabtu (21/07/18),  terkait temuan kasus di wilayah hukum Polsek Cipondoh.

Kronologi kejadianberawal saat Pemimpin Redaksi Nusantara News, Jefri Manopo bersama rekan dari Media Lintas Hukum dan SKRI menginvestigasi temuan yang didapat dari laporan masyarakat tentang adanya salah satu toko kosmetik yang terindikasi menjual obat-obatantanpa resep dokter kepada para remaja yang ada di daerah tersebut.

“Saat itu kami lihat para remaja itu keluar masuk toko tersebut, tapi mereka tidakbeli kosmetik, melainkan membeli beberapa obat penenang, seperti Tramadol yang dijual di toko tersebut. Melihat gelagat mencurigakan itu, akhirnya salah seorang dari kami (Media SKRI-red.) didampingi wartawan dari Media Lintas Hukum mengawasi toko kosmetik tersebut. Lebih kurangsatu bulan lamanya kami melakukan investigasi, akhirnya pada Sabtu 21 Juli 2018 jam 20:12 kami mengkonfirmasikannya kepada penjaga toko tersebut. Namun sebelumnya terlebih dulu kami melakukan konfirmasi kepada salah seorang anggota polisi yang bertugas di wilayah Polsek Ciledug,” papar Jefri Manopo.

Lantaran yang ditunggu tak kunjung terlihat batang hidungnya, bahkan HP-nya pun mati, akhirnya para wartawan tersebut berinisiatif dengan berpura-berpura menjadi pembeli obat di toko tersebut. Ini dilakukan guna melengkapi data temuan sebagai bahan berita. Namun setelah mendapatkan cukup barang bukti obat yang dijual toko tersebut, karyawan toko yang dikonfirmasi malah terlihat ketakutan. Bahkan sampai menawarkan sejumlah uang sebesarRp. 1.500.000,-, dengan catatan sang karyawan tidak mau dibawa. Di benaknya saat itu, mungkin kehadiran para wartawan adalah anggota (polisi-red.), sehingga dia menelepon pemilik toko tersebut.

“Saya juga disambungkan untuk berbicara dengan bosnya itu. Bosnya tanya ke saya, ‘Anda dari mana’. Saya jawab sambil bergurau, ‘Saya dari rumah”. Terus dia juga tanya lagi, ‘Karyawan saya akan dibawa kemana?’ Saya bilang, ‘ke mana saja boleh’.  Terus dia tanya lagi mau dibawa ke mana, ke polsek atau ke polres?’ Saya bilang, ‘ke mana saja boleh, ke polsek, polres, polda bahkan ke mabes boleh saja’. Lalu HP tersebut saya kembalikan ke karyawan toko, dan si karyawan mengatakan untuk menunggu sebentar, karena bosnya akan datang,” jelas Jefri.

Akhirnya mereka pun menunggu, hingga si pemilik toko datang. Namun bukannya informasi yang didapat, dengan arogannya ia mengintimidasi bahkan menekan dan menakut-nakuti para wartawan. Terlihat juga sang pemilik toko menelepon beberapa orang yang diduga sebagai backing. Tak lama kemudian, akhirnya yang dihubunginya itu datang. Salah satunya oknum anggota polisi. Sang oknum datang menggunakan sepeda motor, bahkan di antaranya ada yang mengku anggota polisi dari Polda Banten. Saat itu oknum juga sempat menanyakan kami dari mana. “Saya jawab dari media. Lalu dia tanya KTA. Saya jawab ada, tapi dia malah bentak dengan ucapan ‘mana saya mau lihat’. Akhirnya saya perlihatkan KTA, juga memberikan koran. Oknum juga menyanyakan siapa Pemred dari Media Nusantara News. Saya jawab, ‘Lihat dan baca di KTA itu, tertera sayalah Pemrednya,” tutur Jefri.

Parahnya, bermacam cara dilakukan bos toko untuk memperkeruh suasana yang terjadi saat itu. Hampir saja para awak media ini terpancing dan terjadi perkelahian dengan anggota-anggota yang diduga orang dari bos toko tersebut. Sampai akhirnya Kanit Reskrim Ciledug datang ke TKP. Tapi sayangnya, saat itu para wartawan tidak ditanyakan lagi masalah yang terjadi. Tim anggotaPolsek Ciledugmalah main hakim sendiri, sambil menarik paksa untuk masuk ke dalam mobil dan mengintimidasi dengan menakut-nakuti para wartawan. Ironisnya terjadi  aksi perampasan paksa HP milik para wartawan.

“Akhirnya kami dibawa ke Polsek Cipondoh, bukandibawa ke Polsek Ciledug. Dalam hati saya bertanya, ‘Ada apa ini sebenarnya? Kita ini mitra dan ini temuan, kok malah kita yang kesannya disalahkan. Saya fikir, sepertinya anggota polisi Ciledug ini sudah menerima suap dari bos toko kosmetik yang menjual obat tanpa resep dokter itu, atau mungkin toko tersebut tidak ada izinnya,” jelas Jefri Manopo.

Sesampainya di Polsek Cipondoh, sang Kanit yang mengaku dari Polsek Ciledug mengatakan, karena TKPnya (Tempat Kejadian Perkara) masih wilayah Polsek Cipondoh, maka iamembantu mengamankan dan menyerahkan proses selanjutnya kepada Polsek Cipondoh. “Setelah serah terima dengan Polsek Cipondoh, KTA, kunci motor dan motor juga HP saya dan milik rekan media lain sempat diarahkan ketim penyidik. Di ruangan itu kami berjumpa dengan Kanit Polsek Cipondoh. Bahkan saya dengan teman-teman didampingi Biro HukumNusantara Newstidak diperiksa. Hanya didata dan diambil dokumen, sambil ngopi bareng. Akhirnya kami diizinkan pulang. Sampai saya pulang, saya juga masih bingung, kok seperti inikinerjanyapolisi kita?” ungkap Jefri.

Sehari setelah kejadian tersebut, para wartawan Media Nusantara News bersama rekan media lainnya mengajukan audiensi untuk meminta klarifikasi terkait insinden tersebut. Audiensi dimediasi Kapolsek Ciledug Kompol Supiyanto di ruang pertemuan Mapolsek Cileduk. Awalnya terjadi pembicaraan alot. Namundengan kesamaan hati dan fikiran yang jernih, semua dapat diselesaikan dengan cara yang bijak. Karena polisi juga merasa bahwa insan pers merupakan mitra kerja yang keberadaannya sangat dibutuhkan dalam membantu tugas-tugas Polri, bukan untuk dijauhi apalagi dimusuhi. Terlebih Media Nusantara News merupakan anggota dari FKM2 Polri (Forum Komunikasi Masyarakat Media dan Polri).

Tak hanya di Mapolsek Ciledug, para wartawan juga menyambangi Mapolsek Cipondoh guna bersilaturahmi dan mengucapkan banyak terimakasih atas kebijakan para tim penyidiknya yang saat itu tidak mengambil kesempatan kejadian tersebut untuk mengkriminalisasi wartawan, seperti yang banyak terjadi di daerah-daerah lain. Kedatangan para wartawan disambut baik, langsung oleh Kapolsek Cipondoh Kompol Sutrisno, MH, dalam suasana keakraban sebagai mitra yang diakhiri dengan foto bersama.  ED – TANGERANG

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *