MD KAHMI Indramayu, Kebakaran Tersebut Sepenuhnya Bukan Musibah Murni

Views: 20
0 0
Read Time:2 Minute, 9 Second

 

Infokriminal.com, Indramayu – Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Indramayu – Jawa Barat, memandang bahwa peristiwa kebakaran di kilang minyak Pertamina RU VI Balongan bukan sepenuhnya merupakan musibah murni.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris MD KAHMI Indramayu, Wawan Sugiarto, S.TP. melalui pers release bertempat di sekretariatnya Jl. Sido Mukti No. 06 Paoman – Indramayu pada hari Rabu (31/3/2021).

“Artinya ada dugaan kelalaian dari pihak Managemen Pertamina RU VI Balongan tersebut,” tegasnya.

Wawan menyebutkan, ada beberapa indikasi yang dapat dijadikan bukti, antara lain:
Pertama, adanya dugaan kebocoran minyak dari hari minggu siang atau sehari sebelum terjadinya ledakan, karena warga sekitar dan pengguna jalan sudah mencium bau aroma minyak yang menyengat, dan;

Kedua, pada hari minggu malam atau beberapa jam sebelum peristiwa tersebut, warga disekitar kilang minyak Balongan sempat menggelar aksi protes, karena tidak tahan bau menyengat yang tercium diduga dari kebocoran tersebut. Tetapi aksi protes warga tersebut tidak ditanggapi oleh pihak manajemen Pertamina RU VI Balongan.

“Dari dua indikasi tersebut, MD KAHMI Indramayu mendorong aparat hukum dalam hal ini Polda Jawa Barat (Jabar) untuk mengusut dugaan kelalaian tersebut dan memproses hukum terhadap pihak- pihak yang bertanggung jawab,” harap Wawan.

Menurut Wawan, masyarakat Indramayu (yang dekat dengan lokasi kilang minyak Balongan), itu sangat dirugikan akibat peristiwa tersebut. Masyarakat kehilangan mata pencaharian, adanya korban yang terluka, adanya kerusakan lingkungan, pertanian, tambak, serta munculnya korban baik yang terluka baka maupun harus meninggalkan rumah dan mengungsi.

“MD KAHMI Indramayu, sangat mengharapkan langkah kongkrit dari Polda Jabar untuk memproses dan mengusut peristiwa tersebut. Sebelumnya, kami juga sangat mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan kepada Polda Jabar yang telah turun langsung ke lokasi pada hari kejadian,” ucapnya.

“Dan melakukan investigasi serta menyatakan bahwa terjadi kebocoran tangki minyak dan pernyataan telah disampaikan pihak BMKG, bahwa kebakaran tangki minyak Balongan bukan terjadi karena petir,” lanjut Wawan.

Oleh karena itu, kata Wawan, MD KAHMI Indramayu memohon agar temuan investigasi awal tersebut untuk ditindak lanjuti ketahap selanjutnya sesuai hukum yang berlaku.

Selain mengenai proses hukum, MD KAHMI Indramayu juga meminta pihak Pertamina RU VI Balongan untuk bertanggung jawab dan memberikan ganti rugi atas kerusakan lingkungan, pertaniam, tambak, kerusakan rumah dan para korban yang mengalami luka bakar maupun mengungsi.

“MD KAHMI Indramayu akan melayangkan laporan resmi ke Polda Jabar dalam waktu yang tidak terlalu lama dan akan mengawal persoalan ini sampai tuntas,” tandas Wawan.

Seperti yang sudah diketahui, bahwa peristiwa meledaknya kilang minyak Pertamina RU VI Balongan – Indramayu terjadi pada hari Senin, 29 Maret 2021 sekitar pukul 00.45 WIB.

Wawan mewakili MD KAHMI Indramayu juga menyampaikan duka yang sedalam- dalamnya atas peristiwa tersebut.

Reff: Kumaedi, S.E.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *