Komisi II DPRD Kota Bogor Mendengar Isu Pungutan Liar Pada Sentra Kuliner Khas Bogor

Views: 138
0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second

Infokriminal.com, Bogor – Munculnya isu adanya pungutan liar (pungli) dalam penyewaan kios di Teras Suryakencana (Surken) yang belakangan ramai diperbincangkan membuat Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Rusli Prihatevy angkat bicara.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor itu mengaku geram dengan mencuatnya kabar pungli di Teras Surken. Beliau mengatakan, Teras Surken seharusnya menjadi salah satu solusi dalam membangkitkan ekonomi, khususnya bagi para pelaku UMKM.

“Ini sangatlah ironis, bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi. Saya jadi mempertanyakan fungsi Perumda PPJ (Pasar Pakuan Jaya) sebagai pengelola,” ungkapnya pada Hari Senin (22/2/2021).

Masyarakat Kota Bogor akhir pekan lalu dibuat heboh dengan pengakuan salah seorang pedagang yang batal mengisi kios di kawasan sentra kuliner khas Bogor tersebut.

Pedagang soto mie itu gagal berjualan di Teras Surken lantaran diminta pungutan sebesar Rp. 60.000.000,- (enam puluh juta ruiah) oleh oknum yang mengaku sebagai perwakilan Perumda PPJ. Besaran pungutan liar itu belum termasuk retribusi dan sejumlah tagihan-tagihan rutin yang lain seperti halnya kebersihan, listrik, dan sebagainya. Pengakuan pedagang soto mie tersebut rupanya diamini oleh pedagang lainnya yang saat ini telah menghuni Teras Surken.

“Saya berharap Saber Pungli segera turun tangan. Harus ada aksi tegas dengan segera menindak oknum-oknum itu,” tutur Rusli.

Teras Surken yang berada di Jalan Bata, Bogor Tengah, diresmikan Wali Kota Bogor Bima Arya pada 27 Agustus 2020 tahun lalu. Pusat kuliner yang terdiri dari sekitar 38 (tiga puluh delapan) kios ini merupakan titik relokasi para pedagang kuliner yang sebelumnya berjualan di trotoar Jalan Suryakencana.

Oleh itu, Wali Kota Bogor menitipkan mandat pembinaan kepada Dinas Koperasi dan UMKM, dan untuk sementara pengelolaan operasionalnya dipegang oleh Perumda PPJ.

“Dalam hal ini Dinas Koperasi UMKM juga harus memberikan perhatian, karena seluruh pedagang di Teras Surken adalah binaannya. Dan dinas koperasilah yang menginventarisir pedagang-pedagang yang berhak berjualan di sana. Jika koordinasinya berjalan baik, saya yakin tidak akan ada pungli semacam ini,” pungkas Rusli.

Ref: bah Koko

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *