Ketum DPP LBH-KIS Minta Kapolda Sumsel Berikan Sanksi Kepada Pelaku Penganiayaan

Views: 28
0 0
Read Time:1 Minute, 26 Second

 

Infokriminal.com, Lampung – Dorongan yang ditujukan kepada pihak Kepolisian datang dari sejumlah elemen setelah viral kabar berita seorang perawat di Rumah Sakit (RS) Siloam Sriwijaya, Palembang menjadi korban penganiayaan oleh keluarga pasien pada hari Kamis (15/4/2021).

Kali ini kecaman keras dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kesehatan Indonesia Sejahtera (KIS) yang disampaikan langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) LBH-KIS, Febrian Willy Atmaja, S.H., M.H. melalui siaran pers resminya.

“LBH-KIS sangat mengutuk keras tindakan oknum yang bertindak sewenang-wenang melakukan kekerasan kepada Perawat RS. Siloam Sriwijaya”, ungkap Willy di Bandar Lampung pada Sabtu (17/4/2021) pagi.

LBH-KIS sebagai klinik hukum yang konsen terhadap bantuan hukum yang diperuntukan kepada profesi kesehatan untuk melindungi tenaga medis dalam menjalani profesinya turut mendorong Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) mengusut insiden penganiayaan perawat RS. Siloam Sriwijaya.

“Kami meminta Kapolda Sumsel untuk mengusut pelaku penganiayaan Perawat oleh keluarga pasien, dan memberikan sanksi keras kepada pelaku”, desak Ketum DPP LBH-KIS Febrian Willy Atmaja.

Ketum LBH-KIS juga berharap dengan sanksi tegas terhadap pelaku maka insiden yang sama tidak akan terulang kembali kepada tenaga medis yang sedang melaksanakan tugas kemanusiaan.

“Harapannya, jangan sampai tindakan coboy ini terjadi dengan para Profesi Kesehatan lainnya”, sambungnya.

Insiden ini, diketahui telah dilaporkan di SPKT Polrestabes Palembang dan dalam tahap penyelidikan pihak Polisi.

Sebelumnya management RS. Siloam Sriwijaya juga turut angkat bicara terkait insiden tersebut.

Melalui Nursing Development dan Clinical Operations Division Head RS. Siloam Sriwijaya, Benedikta Betty Bawaningtyas sebagai juru bicara menjelaskan kronologis kejadian penganiayaan yang menimpa pihaknya.

Insiden yang terjadi sekira pukul 10-11 WIB itu bermula saat korban (perawat RS. Siloam) melepas infus kepada pasien berusia dua tahun yaitu anak dari pelaku penganiayaan.

[Reff: mustar]

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *