Ketua BRAJA DPD Karawang tanggapi Dugaan pemotongan TPP dikeluhkan ASN

Views: 12
1 0
Read Time:3 Minute, 3 Second

 

Karawang, infokriminal.com

Persoalan dugaan Pemotongan Tunjangan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Karawang yang sempat menjadi sorotan publik menuai kontroversi dan berujung di laporkan oleh salah satu pejabat di Karawang ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang membuat ribuan PNS di lingkungan Pemkab Karawang bertanya tanya.

Tentunya hal ini menjadi sebuah teka-teki bagi ASN, soalnya ASN yang telah disumpah untuk menjadi abdi negara dan menjaga kondusifitas negara dalam hal ini pemerintahan
di Karawang terlihat masih berpegang teguh kepada aturan, berharap mendapatkan hak dan keadilan seadil-adilnya Dan menjadi hal yang tidak mungkin jika melakukan pemberontakan untuk mencari keadilan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Paguyuban Barisan Rakyat Jagat Pasundan Indonesia (BRAJA Pasundan Indonesia)
Sangat menyangkan terjadinya dugaan pemotongan TPP yang menurutnya telah terjadi dugaan tindakan deskriminalisasi dan dugaan praktek – praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) terhadap ribuan ASN di Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat.

Menurut Juhadi TPP itu kan ada payung hukumnya dan ada surat keputusan SK dari Bupati, nah dari surat keputusan itu tentunya ada besaran nominal yang berbeda-beda, selain itu juga ada golongan – golongannya, seperti golongan II, III dan golongan IV serta ada pendidikan ini dan pendidikan itu. Nah di situ muncul nominal, misalkan golongan IIIc atau IIId, dengan masa kerja 25 tahun misalkan mendapatkan TPP nya 5 juta per-bulan, kan biasanya seperti itu, ucap Juhadi mengungkapkan kepada awak media, Sabtu (24/4/21).

Juhadi yg akrab di panggil Joe selaku ketua BRAJA DPD Kabupaten Karawang Provinsi Jawa barat ini juga mengaku mendapatkan keluhan dari salah satu ASN di lingkungan Bidang kesehatan di Karawang, bahwasanya ASN tersebut menyampaikan keluhannya atas setiap penerimaan TPP hanya mendapatkan 80 persen saja, tidak full 100 persen. Paparnya

“Ia menyampaikan, bahwa para pekerja puskesmas yang ada di Karawang itu hanya mendapatkan 80 persen saja, misalkan TPP yang wajib di berikan 5 juta rupiah per bulan, dan mereka hanya 80 persen saja dari 5 juta itu, Akhirnya seperti Mubajir saja, di satu sisi ini seperti mendiskriminasi dinas itu juga,” jelas Joe.

Lanjut Joe mengatakan, salah satu ASN yang minta di rahasiakan identitasnya, mengungkapkan bahwa sepertinya mereka berdalih tidak ingin menaikkan atau menangguhkan TPP itu karena ada SK Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang jelas dan tidak boleh menaikan TPP.

“Nah kalau para pekerja puskesmas itu katanya emang tidak naik, boro boro naik dari kemarin saja hanya terima 80 persen saja dari besaran yang sudah di tentukan, padahal seharusnya jika menurut peraturan TPP yang sudah sah di SK kan oleh Bupati 100 persen, bukan 80 persen,” tegas Joe.

Joe mengatakan dengan tegas, jika soal TPP tersebut di kaitkan dengan pelantikan camat yang sempat viral di media, tentunya dirinya juga mengendus ada arah tentang kepetingan politis yang tidak ingin kehilangan penghasilan demi suatu jabatan secara politis.

“Dari masalah Camat saja TPP nya terdengar kabar ada pemotongan 5 persen, dan para Camat tiba – tiba pindah dan langsung di lantik di dinas terkait, Persoalan itu juga saya yakin ujung-ujungnya ke masalah tunjangan atau TPP kan ,” kilahnya.

Sementara, Nasib naas yang saat ini sedang berjuang untuk menyelamatkan warga dari incaran wabah covid-19 itu malah terkesan di rugikan terus. Saya (Joe-red) yakin mereka para ASN gak berani bersuara atau berteriak tentang hal itu, tapi apakah sekejam itu para pemangku kebijakan ini?, dan ini patut diduga jelas ada oknum yang bermain dalam pemotongan TPP tersebut,” beber Joe.

Juhadi meyakini jika masalah camat yang viral di Lantik di dinas ada indikasi tujuannya demi TPP, Dan mungkin mereka juga merasa sayang, jika harus di pensiunkan dan tunjangan itu bakal lenyap semua.

Menurut pandangan Joe saat ini Kinerja para pejabat Pemkab Karawang makin ke sini semakin menurun, jika di bandingkan dengan Era Bupati Sebelumnya,
pungkas Joe.
(RikDin)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
100 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *