Di Duga Mantan Kepala Sekolah SDN 27 Menyalah Gunakan Dana BOS Ta 2020

Views: 79
0 0
Read Time:2 Minute, 20 Second

Infokriminal.com, Muara Enim(14/3/2021) – Di duga ada rekayasa penggunaan dana BOS tahun anggaran 2020 di SD Negeri 27 Lawang kidul, Kecamatan Lawang kidul Kabupaten Muara enim.

Dari hasil penelusuran yang di lakukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GERHANA INDONESIA,
Dengan mendatangi sekolah tersebut dan bertemu dengan staf dewan guru, operator sekolah dan pengurus perpustakaan.

Saat di konfirmasi terkait dokumen atas laporan penggunaan dana BOS tersebut, (AF) yang merupakan bendahara sekaligus wali kelas 4 tersebut menjelaskan bahwa belum ada nya penyerahan atas dokumen tersebut dari bendahara yang lama (RH) yang saat ini menjabat sebagai kepala sekolah SDN 14 keban agung Kecamatan Lawang kidul.

“Hingga saat ini, belum ada penyerahan dokumen penggunaan dana BOS tersebut dari bendahara yang lama” tuturnya.

Saat di tanya mengenai pembelian buku K-13 siswa dan guru tahun 2020, berdasarkan laporan penggunaan dana BOS yang di tempel di papan pengumuman.
Wali kelas menerangkan bahwa tidak ada pembelian buku pada tahun 2020.

Dimana anggaran pembelian buku tersebut pada tahap I,II, dan III berjumlah Rp,17.600.000,- (tujuh belas juta enam ratus ribu rupiah).

Selain itu, di duga kuat juga terjadi Mark up anggaran pengelolaan sekolah, dengan anggaran tahap I,II, dan III sebesar Rp,28.770.000,- (dua puluh delapan juta tujuh ratus tujuh puluh ribu rupiah). Anggaran tersebut di gunakan untuk pembelian barang habis pakai, obat-obatan, alat-alat listrik dan surat menyurat keperluan sekolah.

Mengenai hal itu, keterangan yang di sampaikan operator sekolah (FA) yang juga menjabat sebagai tata usaha sekolah (TU) SDN 27 Lawang kidul bahwa dirinya tidak tahu mengenai jumlah pembelian tersebut. Sebab dirinya hanya menerima dalam bentuk rekap laporan saja dari (RH) bendahara sekolah.

“Saya tidak tahu jumlah pembelian tersebut, karna yang saya terima sudah dalam bentuk laporan atau rekap saja” jelasnya.

Selain itu, LSM GERHANA INDONESIA juga menyambangi SDN 9 Lawang kidul demi mendapatkan informasi lebih jelas karena mantan kepala sekolah SDN 27 (ZA) yang saat ini sudah menjabat sebagai kepala sekolah SDN 9.

Dari situ di dapatkan informasi bahwa dana BOS di gunakan untuk membangun gapura sekolah.
Dari dua keterangan yang berbeda tersebut, LSM GERHANA INDONESIA menduga bahwa kuat dugaan terjadinya rekayasa laporan penggunaan dana BOS tahun anggaran 2020 dengan jumlah (Rp. 17.600.000 + Rp. 28.770.000 = Rp. 46.370.000,-).
Sehingga hal ini membuat ketua LSM GERHANA INDONESIA, Amirsa Geram. Dirinya bersama tim Investigasi LSM GERHANA INDONESIA Ahmad Fauzan berharap kepada dinas pendidikan, inspektorat & aparat penegak hukum untuk menindak lanjuti dugaan tersebut.

“Kita tahu bahwa dana bos itu di peruntukan untuk sekolah, bahkan dana tersebut peruntukan nya juga tidak bisa sembarangan. Penggunaan dana BOS tersebut juga harus mengikuti mekanisme yang sudah di tetapkan pemerintah. Apalagi jika di salah gunakan, makanya kita berharap kepada dinas pendidikan kabupaten muara enim, inspektorat dan aparat penegak hukum untuk menelususri hal tersebut” paparnya. (Dj/hy)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *