Aktivis Gemantara Raya Bersama LAPBAS Desak BPN Agar Transparan Soal Sengketa Lahan Tous

Views: 115
0 0
Read Time:3 Minute, 6 Second

infokriminal.com, Cilegon – “Kembalikan Lahan Kepemilikan Tous Kepada Ahli Waris yg sesungguhnya. Slogan tuntutan yang dipajang pada sapanduk aksi membuktikan adanya indikasi penyerobotan yang dilakukan orang yang tidak bertanggungjawab”. Massa Laskar Pejuang Banten Sejati ( LAPBAS) Banten, Cilegon dan dari DPC LAPBAS Depok, Karawang dan Tangerang bergerak bersama Aktivis Gemantara raya konvoi dari titik Kumpul Ciwandan menuju Kantor BPN (Badan Pertanahan Negara) Kota Cilegon. Setibanya di halaman BPN.

Ratusan Massa LAPBAS juga Gemantara raya langsung menggelar orasi yang diawali semangat korsa dari Ketua Umum DPP LAPBAS, TB. H. Endang S didampingi Sekjen dan Wasekjen, Yudi Wahyudi disusul orasi dari Mobil Komando. Mas Mulyana dengan lantang menyuarakan bahwa kehadiran LAPBAS adalah menuntut keadilan atas lahan Tous yang saat ini lahan tersebut diakui kepimilikannya atas nama Winarno. Untuk itu, kami dari LAPBAS Meminta kepada BPN bertindak tegas menegakkan keadilan terhadap saudara kami, para ahli waris yang terzdholimi. Kami dari LAPBAS mengapresiasi terbentuknya Satgas Mafia Tanah yang digelontorkan Kapolda Banten. Dan berharap Satgas Mafia Tanah dapat mengungkap siapa dalang dibalik kasus lahan Tous papar aktivis gemantara raya Erwin Rizkian selain itu Erwin juga menegaskan bahwa kami bekerja berdasarkan UU KIP Untuk itu, kami dari LAPBAS dan Gemantara raya siap mengawal dan melawan ketidak adilan yang dialami oleh para ahli waris dari corong orasinya.

Tak lama orasi aksi digelar, pihak BPN Cilegon menerima Perwakilan Massa aksi. Ketum dan jajaran pengurus inti LAPBAS juga didampingi aktivis gemantara raya memasuki kantor BPN. Kepala BPN, Kris Joko didampingi Ketua Satgas Mafia Tanah Banten, Nugraha dan Kapolsek Cibeber, Kaops Polresta Cilegon mewakili Kapolresta Cilegon menggelar audiensi dengan Pengurus LAPBAS di ruang rapat BPN, Kamis (14/2). Mengawali forum audiensi, Kepala BPN Cilegon, Kris mengatakan silakan apa yang menjadi tuntutan masa aksi dari LAPBAS. Ketum langsung memperkenalkan diri sekaligus memaparkan tujuan aksi LAPBAS adalah menuntut keadilan hak atas tanah Tous. Dan beberpa pengurus LAPBAS turut mecerca Kepala BPN dengan mengajukan pertanyaan yang manohok terkait permasalahan lahan kepemilikan Tous yang mana lahan tersebut saat ini diakui pemiliknya adalah Winarno. Sementara para ahli waris tidak merasa menjual lahan tersebut kepada siapa pun, dan kenapa bisa timbul sertifikat baru..? Ada apa ini di BPN ? Menimpali.pertanyaan yang diutarakan pengurus LAPBAS.

Kepala BPN menjelaskan status tanah hingga Akta Jual Beli (AJB) hingga PPAT dan Tupoksi BPN dalam menangani keberadaan status tanah. Bahkan permasalahan sengketa lahan Tous sudah ditangani Bareskrim Mabes Polri…Petugas BPN hingga sy selaku Kepala BPN sdh di panggil ke Bareskrim. Kita tunggu hasilnya, ujar Kris. Keterangan yang disampaikan Kepala BPN
Tidak menyurutkan langkah pergerakan massa aksi, Ketum dan Jajaran Pengurus dan kuasa hukum LAPBAS membantah apa yang disampaikan Kepala BPN. Sehingga aundiensi berjalan alot. Bahkan LAPBAS memperlihatkan dokumen kepemilikan lahan atas nama Tous untuk dikroschek kebenarannya dengan dokumen lahan winarno dan bila berkenan, kami serahkan, papar Mas Mul salah satu pengurus LAPBAS Cilegon dan Sekjen DPC Depok, Erwin mendesak Kepala BPN untuk transparan dengan memperlihatkan Warkah Tanah KepemilikanTous. Lagi-lagi Kepala BPN Cilegon menepis dengan dalih bahwa persoalan ini dah ditangani Bareskrim, maka pihaknya tidak sembarangan menyerahkan dokumen terkecuali dokumen itu diminta oleh Bareskrim, papar Kris.

Untuk mendapatkan pembuktian akurasi data kepemilikan lahan semakin mengerucut hingga sekali kali Ketua Satgas Mafia Tanah Banten, Nugraha menjawab pertanyaan dari Pengurus DPP LAPBAS Pusat.

Dengan Perjuangan yang dituangkan melalui aksi dan audiensi.. LAPBAS agak sedikit atas jawaban dari Kepala BPN yang mana akan memberi Notulen Jawaban dalam waktu jeda seminggu. Menanggapi hal itu TB, H. Endang mengatakan kami akan kami pelajari surat yang akan notulen secara tertulis dari BPN, soalnya hal ini kami anggap sudah status quo 99 % dan bila nantinya Notulen dari BPN penuh kejanggalan maka kami dari LAPBAS siap menghitamkan Kota Cilegon dengan menggelar10.000 massa, tegas Ketum DPP LAPBAS PUSAT saat diwawancarai gemantara.com di DPC LAPBAS Cilegon (Binsar)

Sumber : gemantara.com

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *