Rumah Tidak Berpintu Aparat Desa mekarjaya Rumpin Menyatakan Sudah Selesai

0
764

Bogor, TB – Penyaluran dana Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang diduga kurang efektif seperti yang terjadi pada wilayah Desa Mekarjaya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Dana bantuan tersebut merupakan dana bantuan dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui desa-desa yang diperuntukan untuk masyarakat kurang mampu, (senin, 08/07/2019).

Saat media Infokriminal.com, melakukan kunjungan kepada beberapa warga masyarakat tambilung Rt, 01/04, Anam Fauzi penerima dana Rutilahu menyampaikan, “saya menerima bantuan ini dari Pak Rt berupa barang saja, saya tidak tau jumlah uang dari desa berapa-berapa nya, semua sudah di urus sama pak Rt, jangan kan tau masalah dapet duit nya berapa, saya nanya bon belanja barang material aja ga di kasih” Ucap nya, Sambil disaksikan beberapa orang warga setempat.

Ketika dihitung oleh ahli bangunan warga sekitar (SK) menyampaikan “jika memang benar barang yg diterima hanya seperti ini berarti jumlah total barang dan upah kerja sejumlah Rp 4,070,000,- Ucap nya.

Selain itu awak media pun kembali menanyakan “siapa lagi pak di wilayah ini yang mendapatkan bantuan Rutilahu..??! “Anam Fauzi pun menjawab” masih ada pak, ga jauh dari sini namanya pak Engkar, rumah nya di sebelah sana nanti tanya aja di sana, ucap nya.

Sesampainya di lokasi berikut nyawilayah Rw 03, Sukarno atau biasa di panggil Engkar (35 thn), menjelaskan bahwa “saya hanya menerima barang aja, soal nya pak Rw langsung yang belanja, dan dia juga tidak ngasih catetan berapa-berapa nya, istri saya juga pernah nanya sama pa Rw mengenai bon nya tapi dia jawab nya gitu, Buat apa sih cuman bon doang, Ucap nya.

Yang membuat saya kesal pak Rw bilang kalo rumah ini sudah selesai dan batas waktu yang ditentukan juga sudah selasai, padahal mereka kerja baru 7 hari, memang pak Rw bilang juga ini kan yang kerja dua orang jadi yang tujuh hari ini dikali dua jadi 14 hari, dan jika rumah ini mau di kerjain lagi sampe selesai maka biaya nya ditanggung yang punya rumah, ahirnya sekarang saya bingung pak harus menyelesaikan rumah saya ini dengan cara apa, soalnya masih banyak yang belum selesai seperti pintu dan jendela yang masih bolong karna tidak ada pintunya, belum lagi yang lain nya, ahirnya sekarang saya terpaksa masih ngungsi di rumah orangtua karna rumah saya ini belum bisa di tempati, Harapan saya mah minta rumah diberesin lah jangan kaya gini, Ucap nya.

Dikonfirmasi kepada Rt setempat (pd) menyampaikan “saya tidak tau apa-apa tentang penyaluran dana tersebut, jangankan nominal uang nya, barang yang dibelipun saya tidak tau, sejujur nya saya mah tidak tau apa-apa jangan kan maslah dana, kabar aja tidak ada, ucap nya.

Saat sekertaris desa (sekdes) dihubungi, terkait pembangunan Rutilahu , (Ad) menyampaikan, ” pembangunan di wilayah Desa sini ada 12 Unit rumah, mungkin sebagian ada yang sudah selesai ada juga yang belum selesai karna saya tidak tau pasti ada bagian nya, namun untuk pembangunan rumah Engkar, nanti saya tanyakan”, ucap nya, pada saat di tanyakan ” bagai mana jika ada dana rutilahu ini, ada yang dibawah 5 jt, (Ad) menjawab “kalo seperti itu mah jangan, nanti saya tanyakan dulu deh ya” ucap nya.

Dalam hal ini pihak apartur pemerintahan desa setempat, tidak ada sikap transfaransi atau keterbukaan yang jelas antara pemerintah setempat dengan masyarakat, dua rumah tersebut cukup menjadi contoh dan bukti kecil dari sebagian banyak nya rumah yang diberikan kan bantuan oleh pemerintah pusat melalui Desa.

( Jn/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your name here
Please enter your comment!