Residivis Nekat Nyuri Sepeda Motor Milik Polisi

0
123

infokriminal.com, Seorang residivis kambuhan harus kembali masuk penjara. Bahkan kakinya terpaksa ditembak Tim Pegasus Polsek Medan Barat lantaran melawan saat akan dibawa pengembangan untuk mencari barang bukti kejahatannya.

Tersangka berinisial, HBO alias Ari Caplang, 28,warga Jalan Veteran Pasar VI, Desa Manunggal, Kecamatan Medan Labuhan, Kab.Deliserdang, Sumut ini kembali merasakan hidup dibalik jeruji penjara, karena nekat mencuri sepedamotor milik seorang petugas kepolisian yakni Aiptu Yon Mariono,48,saat berada di parkiran Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara ( Sumut) setahun silam tepatnya, Senin (31/7/2018).

Kapolsek Medan Barat, Kompol Choky melalui Kanit Reskrimnya, Iptu H Manullang kepada wartawan, Kamis (1/8/2019) menerangkan, pencurian yang menimpa anggota polisi yang saat itu bertugas di Sat Sabhara Polrestabes Medan itu berawal saat korban baru tiba ke lokasi persis di samping Apotik Harapan.

Disana, polisi berpangkat Aiptu yang beralamat di Jalan Kemuning, Dusun XIII, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kab. Deliserdang, Provinsi Sumut ini, memarkirkan sepedamotor Honda Mega Pro warna hitam abu-abu BK 3252 ACM miliknya.

Namun saat hendak pulang ternyata sepedamotor miliknya sudah raib. Meski sudah mencari, namun hasilnya nihil dan melaporkan kasus yang menimpanya itu ke Polsek Medan Barat.

”Begitu kita terima laporannya, Tim Pegasus Unit Reskrim Polsek Medan Barat pun langsung melakukan penyidikan. Hingga akhirnya mengetahui identitas pelakunya,” terang H Manullang. Begitu mendapatkan informasi keberadaan tersangkanya, petugas langsung bergerak dan menangkap Ari Caplang dari kediamannya.

“Saat kita interogasi, tersangka Ari Caplang mengakui bahwasannya dia bersama temannya, Fe yang kini sedang menjalani hukuman di Lapas Tg Gusta, terkait kasus berbeda yang mengambil sepedamotor Honda Mega Pro BK 3252 ACM, milik korban, ” ungkap Iptu H Manullang.

Dijelaskannya, tersangka Fe lah yang menjual kendaraan korban kepada seseorang. Sementara tersangka Ari Caplang hanya memperoleh bagian dari hasil penjualan sebesar Rp 700 ribu.

“Tersangka Ari Caplang menggunakan uang tersebut untuk membeli baju kaos warna hitam seharga Rp 25 ribu dan sisanya digunakan untuk bermain judi,” terang Manullang. Kepada petugas, tersangka Ari Caplang juga mengaku pernah melakukan pencurian dengan kekerasan (Curas) di 4 lokasi yang berbeda. Dari pengakuannya itulah, polisi pun berupaya melakukan pengembangan guna mencari tahu lokasi dan barang bukti yang pernah diambil tersangka dari para korbannya. Namun saat dibawa tersangka malah mencoba melawan polisi. Sehingga Tim Pegasus memberikan tindakan tegas dan terukur dengan cara melumpuhkan kakinya.

Red

LEAVE A REPLY

Please enter your name here
Please enter your comment!