Provokasi Warga dan Lurah, Camat di OKU Selatan Dilaporkan Wartawan dan LSM

0
217

PEPATAH lama yang berbunyi, “Mulutmu Harimaumu” sepertinya harus diterapkan dalam berkata-kata. Hal ini yang perlu diperhatikan salah seorang oknum Camat di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumsel.

Berawal dari ujaran yang disampaikan kepada khalayak ramai, perkataan yang disampaikan Camat Tiga Dihaji ini memicu ketersinggungan pihak tertentu.

Persatuan wartawan dan LSM Kabupaten OKU Selatan, mengecam keras ucapan Camat Buay Sandang Aji di Desa Tanjung raya saat memberikan arahan kepada warga dalam penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) Rabu (27/05/2020) kemarin.

Dalam video rekaman yang sempat diambil salah seorang warga saat pertemuan tersebut, oknum camat itu dengan jelas dan lantang mengatakan kalau ada wartawan dan LSM datang jangan diberikam informasi. “Apabila perlu gebuki saja,” katanya.

Ujaran provokasi itu disampaikannya di hadapan para kades dan warga yang akan mencairkan BST.

Terkait hal ini, ketua Forum LSM dan Wartawan Kabupaten OKU Selatan, Ariyo Semendawai merasa tindakan oknum tersebut menyinggung profesi awak media sebagai penyambung informasi publik dan LSM sebagai lembaga yang mengawasi jalannya pemerintahan.

Berdasarkan bukti rekaman tersebut, Ariyo mengajak seluruh wartawan dan LSM yang ada di Kabupaten OKU Selatan untuk bertemu dan mengatur langkah guna menindaklanjuti ujaran oknum camat tersebut. Pertemuan pun digelar di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kabupaten OKU Selatan, Kamis (28-05-2020).

Dalam pertemuan yang dipimpin Ariyo selaku Ketua Forum Wartawan dan LSM OKU Selatan tersebut dimusyawarahkan langkah yang ditempuh, yakni akan membawa permasalahan ini ke jalur hukum, karena tindakan yang dilakukan oleh oknum Camat Buay Sandang Aji tersebut termasuk perbuatan tidak menyenangkan.

“Hasil kesepakatan kita terkait masalah ujaran provokasi oknum Camat Buay Sandang Aji telah disepakati para pekerja media dan pekerja sosial masyarakat, akan melaporkan oknum camat tersebut ke Polres OKU Selatan dan Bupati OKU Selatan,” ujar Aryo.

Sementara ketika dihubungi melalui telepon selulernya, oknum Camat Buay Sandang Aji, Yamin selaku pihak yang bersangkutan menyerahkan keputusan kepada pihak media dan LSM untuk mengambil tindakan atau langkah yang akan ditempuh.

Terlihat dirinya enggan untuk mengakui kekeliruan dan merasa apa yang dilakukannya tidak melanggar etika. “Terserah kamu tulah mana yang bagusnya,” ujar Yamin via seluler.

Tak hanya itu, para wartawan dan LSM di OKU Selatan juga meminta kepada Bupati OKU Selatan juga Menpan-RB agar menindak tegas Camat yang memprovokasi masyarakat dan kepala desa untuk memukuli wartawan dan LSM. BN -  OKUS

LEAVE A REPLY

Please enter your name here
Please enter your comment!