Breaking News

Views: 52
0 0

Bogor, 24 Juli 2020

Menindak lanjuti hasil Audiensi dengan Ketua DPRD Kota Bogor H.Atang Trisnanto kemarin, (22/07/2020) yang berlokasi di Gedung Rakyat Jl.Pemuda Tanah Sareal Kota Bogor, perihal adanya aturan Pemkot Bogor yang akan melarang (menutup) layanan Transportasi Ojek online (Ojol) jika tidak mematuhi aturan Protokol Kesehatan selama mengangkut penumpang. Dadung selaku Ketua dari Ojek Online (Go-Jek) bersama beberapa anggotanya kembali duduk bersama dengan Forum Online Bogor (FOB) guna membahas soal adanya ancaman Pemkot, melalui ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor. Mas Indra selaku Ketua Umum dari FOB didampinggi para Pengurus turut hadir dalam pertemuan tersebut Pembina FOB beserta para Anggotanya.

IMG-20200724-WA0002

Dalam kesempatannya Dadung menyampaikan, “Kami dari Speed meminta kepada pihak Aplikator Go-Jek untuk Kelengkapan Protokol Kesehatan para Driver Ojol, karena ini memang kewajiban dari pihak Aplikator untuk menyediakan seperti tameng, penutup kepala dan kelengkapan lainnya, kan nggak mungkin dari kita sendiri kalau untuk masker mungkin kita mampu penuhi tapi kalau untuk perlengkapan yang lain kami tidak mampu beli, “tuturnya. “Untuk itu kami mohon, agar tiap-tiap aplikator menyediakan Walaupun memang sulit bagi mereka, kurang lebih kami ada sekitar 400 Anggota paling tidak setengahnya, satu hal lagi yang kami minta agar para Joki Go-Jek yang namanya bukan atas nama sendiri, agar para Joki dipermudah dalam Pendaftarannya untuk menjadi mitra Go-Jek, “paparnya.

Hal senada juga disampaikan Indra sebagai Ketua umum dari FOB sangat mengapresiasi, beliau mengutarakan pendapatnya. “Untuk Aplikator Go-Jek dan Grab pertama itu diselesaikan dulu untuk Protokol Kesehatan yang sudah menjadi aturan yang berlaku saat ini, dan jam operasionanya juga harus dijalankan sesuai Fakta Intergritas, kemarin malam saya mendapatkan laporan dan bukti-bukti bahwa rekan dari salah satu anggota Go-Jek telah melanggar kesepakatan, yang seharusnya jam oprasional hanya sampai jam12.00 malam wib, ini sampai jam 02.00 dini hari wib masi bergerak, itu artinya sudah menyalahi aturan, (Fakta Intergritas) yang sudah di sepakati bersama, tegasnya.

“Indra menambahkan. “Satu hal yang perlu di perhatikan oleh pemilik Aplikator untuk kelengkapan dari pada Protokol Kesehatan untuk para Driver Ojol, baru beberapa persen saja yang sudah terrealisasi sementara total yang ada itu kurang lebih ada 7000 Ojol, sebagai Mitra dari Aplikator jelas perlengkapan itu guna Pencegahan Virus dimasa Pandemi Disease Covid-19, sesuai aturan. “Kalau kelengkapan belum dilengkapi oleh Pihak Aplikator Pemkot mau menutup atau menunda dulu, karena Protokol Kesehatan belum terrealisasi semua oleh pihak Aplikator. “Mari kita bersama-sama ikuti aturan Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor sesuai Fakta Integritas yang disepakati dengan Dishub Kota Bogor, agar Mitra Aplikator (Ojol) bisa mengais rejeki di masa Pandemi New Normal ini,” Pungkasnya.

Red Bogor Kota

Team

Infokriminal.com

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *