Breaking News

Views: 26
0 0

Infokriminal.com – Bener Meriah 19 september 2020. Konsultasi publik pada hari sabtu kemaren berjalan aman dan damai tidak ada sengketa dari pihak manapun berhubung yang terkena dampak genangan air ada dua Kecamatan, diantaranya Kecamatan Mesidah dan Kecamatan Siah Utama Dalam Kabupaten Bener Meriah, kami dari awak media Infokriminal.com turut menyaksikan acara itu, dan ikut hadir juga dalam acara tersebut adalah Kepala Balai Sugai Provinsi Aceh, Ketua DPR Komisi Satu Bener Meriah dan Sekda beserta jajarannya. Adapun aparat yang ikut mengamankan acara tersebut dari pihak anggota Polres dan anggota Kodim Bener Meriah yang selalu siap Siaga. Dalam acara itu semua pemilik tanah ikut hadir dengan tertib mendengarkan pembicaraan dari Sekda dan DPRK. Yang membuat berkesan Pemerintah setempat dalam acara itu masyarakat yang mempuyai lahan disitu sangat tentram dan damai walaupun lokasi mereka terendam banjir karena dampak bangunan waduk yang baru mencapai tujuh puluh persen. IMG_20200920_124735 Kami dari awak media menanyakan salah satu pemilik tanah yang akan di bebaskan itu bernama Tgk Japar megatakan sangat kecewa karena lokasi mereka saat hujan turun tanah mereka terendam banjir akibat bagunan tersebut, ungkapnya. Tgk Jafar menyampaikan ketika ingin bercocok tanam sudah tidak bisa lagi, walaupun keadaannya seperti itu, beliau merasa senang mendengarkan arahan yang akan dibebaskan dalam waktu dekat ini. Tgk Japar sempat menayakan masalah harga belum ada jawabannya dan Bapak Muhlis selaku Asisten satu menayakan langsung dimuka umum kepada Kepala Balai Sugai Provinsi Aceh masalah pembebasan lahan tersebut akan dilaksanakan secepatnya. Kami dari awak media sempat konfirmasi dengan Asisten Satu menayakan masalah keamanan yang lumayan banyak karena dikhawatirkan ada pihak yang ingin megacaukan suasana untuk menghambat pembangunan waduk tersebut, karena pembangunan itu untuk kebutuhan masyarakat juga ucap Muhlis selaku Asisten Satu dan kegunaannya untuk mengatasi banjir dan air bersih yang sangat menguntungkan untuk pembangunan PLTA. Lokasi pembangunan PLTA itu pusatnya berada di Aceh Utara sangat mendukung, dan Warga senang dengan adanya bendungan itu, kedepan pemerintah bisa membuka tempat wisata yg berpedoman Syariat Islam, harapan besar akan di bangun jalan dari kampung Simpur menuju Waduk Krung Kertou yang dulunya jarak tempuh dari Bener Meriah ke Kota Lhokseumawe mencapai tiga jam, tetapi jika sudah dibuat jalan jarak tempuh bisa lebih cepat dua jam, tutupnya.

Red : Aceh – Samsul Bahri

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *