Ketua Umum FKM2Polri : Aparat harus tindak tegas perusahaan berkedok penyalur tenaga kerja

Views: 78
0 0
Read Time:2 Minute, 38 Second

infokriminal.com, Bogor – Korban yang berjatuhan dari para pencari kerja akibat tindakan penipuan yang dilakukan PT Rankasa / Denso kembali melaporkan ke pihak berwajib, dalam hal ini para korban tidak bisa berbuat apa apa karena pertama legalitas perusahaan ini lengkap, kedua tidak ada nya bukti berupa kwitansi penerimaan uang dari para korban, ketiga pasal 7 dalam klausul perjanjian yang mengikat bila dalam 6 bulan para pencari kerja ini tidak disalurkan maka para korban bisa menuntut, namun cela cela seperti ini sudah mereka kuasai, mereka ini penjahat profesional yang berlindung dari cela hukum yang tidak tersentuh, perjanjian yg tidak memungkinkan para korban melapor karena rata rata mereka adalah para pencari kerja dari kampung dan tidak faham hukum, cela seperti inilah dimanfaatkan para perusahaan seperti rankasa ini, para pencari kerja yang betul betul membutuhkan, sebagian besar kesulitan keuangan, untuk iming iming suatu pekerjaan yang menjanjikan mereka sangat bersemangat sampai harus pinjam uang atau jual harta benda demi sebuah pekerjaan dan merubah nasib.

Kasus sederhana ini sebenarnya lebih berbahaya dari penipuan online, berupa mama minta pulsa, korban narkoba atau tabrak lari atau kasus online lainnya, karena nominal uangnya lebih besar, kalau sehari 200 orang pelamar yang antri dan terjaring dari broadcash yang mereka buat datang melamar, anggaplah separuhnya yang tertipu artinya 100 orang x 4.500.000 = 450.000.000 perhari, dikalikan sebulan, setahun dan berapa tahun mereka operasional? Nilai yang pantastis bukan?

Para pencari kerja yang rata rata smp dan smu ini kadang mereka cenderung mengikhlaskan ketika mereka bosan terlalu lama menunggu, sementara ketika melapor aparat tidak bisa terlalu banyak berbuat karena point perjanjian dan celah hukumnya sedikit, sebenarnya mereka inilah Mafia berdasi, penjahat berkedok korporate.

Kasus kecil ini bisa menjadi kasus  menonjol bila aparat bisa mengungkap, sederhana dan ringan sebenarnya, cukup nongkrong di depan kantor pt rankasa yang beralamat di Komplek Perkantoran PTC  Pulogadung, Jl. Raya Bekasi KM21 PT.GIM (Gelora Insan Mandiri) silahkan amati, kalau ada para pencari kerja yang menangis coba ditanya? Dalam hal ini para saksi tidak sulit mencarinya.

Mau bukti spesefik cukup buka google ketikan ” PT RANKASA ” dimesin pencarian anda maka ribuan testimonial anda akan temukan, silahkan pelajari lanjut Gumay.

Kenapa tren kasus seperti ini setiap tahunnya menurun? Karena masyarakat sudah tidak lagi percaya aparat sanggup menyelesaikan permasalahan mereka, pemerintah ini tidak sanggup menampung aspirasi rakyatnya, sehingga masyarakat jenuh mengaduh, selain tidak ditanggapi dengan baik, prosesnya berbelit belit, akhirnya mereka hanya berkata ikhlaskan saja sembari mengeluh.

Kami dari persatuan para jurnalis, paralegal dan beberapa ormas akan terus mengangkat issue ini dari semua media yang tergabung di FKM2Polri dan beberapa assosiasi  media lainnya, sampai berita ini menjadi kasus menonjol.

Salah satu Pencari kerja bernama D yang mengalami musibah ini melaporkan ke lembaga kami, makanya kami sarankan untuk melapor ke aparat terkait, sesuai prosedur dulu, kalau tidak ada solusi maka team Perkumpulan media media yang jumlahnya lebih dari 100 dan Ormas ormas akan kami turunkan, sehingga masyarakat tidak banyak yang dirugikan.

Diansyah Putra Gumay yang didampingi sekjend edy Usman dan biro hukumnya lukiyqmsah SH, Senin, 23/7/2018 saat ditemui dikantor Posbakum Lembaga Tatar Sunda menerangkan kepada awak media, bahwa banyak kasus yang menimpah masyarakat akibat kelemahan hukum dan minimnya pengetahuan mengenai hukum oleh masyarakat.

 

Ed/umar

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *