Kejahatan Yang Terstruktur

Views: 160
0 0
Read Time:5 Minute, 35 Second

infokriminal.com, Cilegon – Satu bentuk  tindak kejahatan adalah adanya sesuatu yang disebut dengan kata oknum yang mana merupakan seseorang secara perorangan maupun berkelompok dengan identik aaupun umumnya memiliki suatu cara dan langkah dengan melakukan tentang cara hidup yang selalu kerap mengakibatkan terjadinya kerugian terhadap negara, Dan ataupun dengan secara merugikan pribadi orang lain secara perorangan, Dan terhadap perusahaan ataupun perkantoran.

NKRI adalah menjaga kedaulatan tentang amanat dan landasan pancasila, UUD 1945 sebagai tatanan hukum yang berlaku di indonesia.

Kepolisian adalah merupakan bentuk garda sebuah penegakan hukum, maka itu polisi adalah merupakan salah satu penegakan hukum yang sah dari pemerinahan didalam salah satu tentang tugas dan fungsi kerja nyata dengan memiliki satu bentuk badan aau wadah yang memiliki dasar kedaulatan di NKRI, Sesuai yang mana telah diatur dalam undang-undang No. 8 tahun 1981 tentang KUHP tentang kewajiban hukum untuk memberikan perlindungan kepada anggota masyarakat agar tindak kejahatan dapat dicegah demi kenyamanan dan juga ketentraman warga masyarakatnya.

Pada umumnya bentuk kejahatan yang dilakukan sangat bervariatif dan dilakukan secara sendiri maupun golongan maka penegakan hukum adalah sau simbol akan terciptanya satu kondusifitas diberbagai tingkat maupun elemen masyarakat itu sendiri.

Persoalan yang merupakan salah satu bentuk kejahatan ialah dengan adanyan satu contoh suatu kejadian yang terdapat dan telah kami temukan disalah satu daerah tepatnya dilingkungan kelurahan gunung sugih kecamatan ciwandan kota cilegon banten.

Secara pemahaman dan atas dasar analisa kami selaku media bahwa apa yang suh terhimpun dari suatu hasil keterangan yang kami dapat, Ini merupakan satu langkah kita bersama untuk meminta keadilan terhadaf institusi maupun instansi terkait.

Berawal dari adanya suatu pertemuan awak media dengan salah satu warga yang bernama HMD diwilayah kelurahan gunung sugih, HMD mengisahkan tentang adanya suatu kejadian yang saat ini dialaminya

HMD adalah merupakan salah satu warga masyarakat yang menempati sebuah rumah milik dari (ALM) dengan luas tanah kurang lebih 1 hektar bersama  narasumber bernama YD

YD.Sendiri adalah selaku orang yang dinyatakan dan di sebut sebagai penerima kuasa dengan cara resmi dari pihak keluarga pemilik rumah  tersebut dan sekaligus adalah orang yang pertama kali mengajak saya untuk tinggal di lokasi tersebut, dengan tujuan bersama-sama untuk ikut menjaga dan merawat rumah tersebut dengan luas area 1 hektar dimana lokasi tersebut berada di sekitar jalur lintas jalan raya cilegon anyer.

Namun akhir-akhir ini “saya merasa tidak mengerti dan tidak paham juga merasa kebingungan tentang timbulnya satu gejolak saya menduga ini adalah merupakan awal mula permasalahan tentang adanya sengketa lahan yang saya tempati saat ini” Tutur HMD Memberikan penjelasan kepada awak media Gementara.com

Kenapa saya merasa kebingungan cetus HMD Awal Kronologis awal tahun 2018 bulan mei saya merasa telah menduga adanya salah satu oknum berinisial WNO Orang yang berperan tindak kejahatannya kenapa saya bisa bilang demikian? Karena berdasarkan tinggalnya saya di sini bersama teman saya YD Adalah atas dasar suatu kuasa yang mutlak saya pegang, dengan kuasa yang di berikan oleh ahli waris terhadap atas nama surat kuasa yang di kuasakan kepada saudara YD Selaku nama yang tertera di surat kuasa yang di berikan langsung oleh ahli waris dengan demikian surat kuasa yang tertulis secara resmi dan bukan rekayasa HMD Menjelaskan

Kenapa sih harus kami yang dijadikan kambing hitam dan untungnya apa jika kami yang di jadikan korban? Padahal kami menempati lahan ini tidak hanya sebatas menjaga dan menempati sekaligus merawat rumah ini Ucap HMD

Lanjutnya karena saya berharap dan mudah-mudahan media ini dapat menjadi publik yang menyampaikan keluh dan kesah kami di sini selaku orang yang terzholimi oleh mereka yang di duga sebagai oknum maklar tanah yang saya tinggali dan kenapa saya bisa berkata seperti itu karena di sisi lain waktu hari tanggal di tahun 2015 atas nama saudara YD Selaku penerima dan pemilik kuasa untuk menempati rumah di area lokasi tersebut yang secara tiba-tiba kami merasa ada suatu kejanggalan tentang adanya laporan saudara YD yang mana telah dilapokan dan dinyatakan selaku pihak yang berusaha melakukan penyerobotan lahan dan dinyatakan menempati lahan tanpa ijin dari pemilik, dan laporan dasar dari lampiran tersebut telah dibuat secara resmi dan diadukan sekaligus tekah diterima oleh pihak kepolisian diwilayah cilegon.

Kami disini hanya sebatas orang yang menerima amanat dengan bentuk yang telah dikuasakan oleh pemilik sah, tapi kenapa kok justru kami yang dikatakan orang yang dianggap telah melakukan penyerobotan lahan, itukan aneh Tutur HMD, Lalu yang lebih tidak saya pahami dan tidak di mengerti lagi di saat orang yang dinyatakan oknum telah melaporkan saudara YD Ke pihak kepolisian dan hebatnya lagi untuk sebatas bukti dasar pelaporan oknum tersebut menunjukan satu bukti sertifikat atas dasar sebagai kepemilikan lahan yang kami tempati namun benar dan tidaknya surat tersebut merupakan pertanggung jawaban oknum tersebut karena sebelumnya yang jelas saya sudah berulang-ulang mempertanyakan dasar sebenarnya mengenai asal-usul tanah tersebut dan keluarga ahli waris hanya memberikan jawaban dengan maksud menjelaskan kepada saya dan bahkan menyarankan kepada saya jangan pernah takut karena saya selaku dari ahli waris belum pernah merasa menjual tanah tersebut apah lagi menggadaikan.

Apakah ini yang di sebut istilah dari adanya dugaan pemalsuan dokumen, Dengan atas dasar bukti dari oknum tersebut dengan menunjukan bukti sertifikat atas namanya Cetus HMD

Apakah benar nanti jika terbukti atas inisial WNO Yang bukan memiliki sertifikat atas nama tanah tersebut akan melanggar satu ketentuan di undang-undang yang mana sudah merupakan dasar dan landasan hukum di NKRI dengan dasar undang-undang republik indonesia No 12 tahun 2006.

Selanjutnta di waktu dan kesempatan lain awak media gementara.com saat mengunjungi kantor kelurahan untuk meminta konfirmasi guna penjajakan tentang bukti yang kuat dan kongkrit, namun saat itu dikantor kelurahan gunung sugih saya konsultasi dengan salah satu staff pegawai kelurahan yang berinisial RSTM Untuk mempertanyakan bukti kebenaran mengenai lahan ataupun tanah yang di duga ini bermasalah bpk RSTM menyampaikan dan memohon maaf kepada saya karena beliau pun bingung soal kejadian tersebut, karena yang saya tahu berdasarkan satu ketentuan dan aturan di kepegawaian kelurahan jika adanya transaksi jual beli seharusnya pihak kelurahan pun harus mengetahui tapi ini kami tidak  Tutur RSTM.

Dan di sisi  lain juga TB Endang selaku masyarakat sekaligus ketua umum LAPBAS menambahkan dan sedikit menyarankan memohon kepada penegak hukum untuk segera melakukan penyelesaian demi menjaga kondusifitas kita semua dan demi tegaknya keadilan hukum di NKRI karena dari awal saya selaku ketua umum di lapbas sudah mempelajari persoalan-soalan ini kami sendiri tetap berharap jalan terbaik adalah cara satu bentuk kesadaran kita semua karena secara pribadi tolong untuk segera adanya penyelesaian karena saat ini yang menjalani proses hukum dan di tersangkakannya saudara YD Yang secara organisasi adalah salah satu anggota sekaligus pengurus di lapbas maka untuk itu saya mohon untuk sekali lagi adanya upaya dan langkah penyelesaian karena saya khawatir jika persoalan ini tidak terselesaikan suatu gesekan atau gejolak yang berdampak buruk akan terjadi Tutur TB. Endang Selaku ketua umum LAPBAS.

Mpap Suprato / Red

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *