Biro PPPA Ferajanu dan Macab LMP Mengecam Keras Atas Penganiayaan Anak di bawah Umur yang di Lakukan Oleh Istri Kepala Dusun

Views: 418
0 0
Read Time:2 Minute, 1 Second

Sumenep-Infokriminal.com-Bocah berusia 10 tahun, berinisial (F) yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 4 ini harus mengalami kekerasan fisik berupa penyiksaan yang diduga dilakukan tetangganya yang berinisial (H) istri dari kepala Dusun Talage Desa. Benaresep Timur Kec. Lenteng Kab. Sumenep. Kejadian tersebut bermula dari kecurigaan terlapor yaitu (H) yang menuduh (F) mengambil uang keponakannya yang bernama (Y), yang uangnya hilang sebesar 2000 (dua ribu rupiah) sehingga terlapor (H) sontak menjewer Telinga si korban waktu bermain Handphone di toko milik Halil Desa Banaresep Timur. Jelas (F)

Lalu (F) pulang kerumah dengan tangisan yang mengagetkan Kedua Orang Tuanya, setelah (F) ditanya sama Kedua Orang Tuanya, (F) menceritakan kejadian tersebut secara detail soal kejadian demi kejadian yang sudah dialaminya, dengan sigap Orang tua (F) membawa Anaknya ke RS terdekat yaitu Puskesmas sekaligus memvisum Anaknya yang telinganya mengalami pembekakan yang teramat sakit. Ujar Orang tuanya korban

Kejadian tersebut berawal pada hari Jum’at, 27/11/2020 sekitar Pukul 11: 30 WIB pada saat korban (F) sedang bermain handphone di teras samping sebelah kanan toko milik Pak Halil Dusun Telaga Desa Banaresep Timur Kec. Lenteng Kab. Sumenep.

Kemudian datang Ibu (H) / terlapor menghampiri Korban (F) yang saat itu sedang berdiri berada di teras samping sebelah kanan toko milik Pak Halil dan setelah itu Ibu (H) Menjewer dan menarik ke belakang daun telinga sebelah kanan bagian bawah korban dengan menggunakan tangan kanannya sebanyak satu kali lalu Ibu (H) melepaskan tangannya dari daun telinga korban sambil ngomel-ngomel berkata “BE’EN MON NGALAK PESSENA YAYAN POLE ECETTO’A MATANA” arti dalam bahasa Indonesia yaitu (kamu kalau ngambil uang Anak saya lagi Tak congkel matamu) kemudian Ibu (H) meninggalkan korban lalu korban menangis karena merasa kesakitan dan langsung pulang ke rumahnya sambil mengadu kepada Orang Tuanya. Dengan kejadian tersebut korban pada hari Jum’at, 27/11/20 sekitar pukul 17:30 WIB ,melapor ke Polsek Lenteng dan kemudian oleh Petugas dimintakan Visum ke Puskesmas Lenteng.

Sehubungan dengan kejadian kekerasan tersebut korban mengalami rasa sakit di daun telinga sebelah kanan bagian bawah, sebagaimana dimaksud oleh pihak Polsek Lenteng dijerat dalam pasal 80 Ayat (1) UU RI No . 17 Tahun 2016 atas perubahan kedua UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Mengenai dugaan penganiayaan anak dibawah umur dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Istri Kepala Dusun, sampai berita ini dinaikan, Kepala Dusun dengan Istrinya di datangi dua kali (2x) oleh media ini untuk klarifikasi, namun tidak ada di rumahnya.

 

(Rahman Jolok)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *