Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Telusuri kepemilikan tanah seluas 11.200 m2 di Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren

Views: 99
0 0
Read Time:2 Minute, 9 Second

infokriminal.com, JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berencana akan menurunkan timnya untuk menelusuri kepemilikan tanah seluas 11.200 m2 di Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan yang diklaim oleh PT Jaya Real Property (Bintaro Jaya).

Fredy Mairuhu mengatakan, pada dirinya pihak Kementerian ATR/BPN menjelaskan bahwa pengaduan ahli waris, Yatmi, telah dilimpahkan ke bagian penanganan sengketa tanah.

“Sekarang sedang ditangani Subdit Sengketa Wilayah II Kementerian Agraria/BPN,” kata Fredy, Senin (16/7/2018).

Bahkan, kepadanya, pejabat di Kementerian Agraria/BPN yang bersangkutan menyatakan akan menurunkan tim untuk menyelidiki kasus dugaan penyerobotan tanah ini.

“Tim dari Kementerian Agraria/BPN sedang dipersiapkan untuk menyelidiki kasus ini,” kata aktivis mahasiswa Universitas Pamulang ini.

Ungkapnya, kasus ini juga mendapat perhatian dari Kementerian Sekretariat Negera (Mensekneg). Kata Fredy, pihaknya melaporkan kasus ini pada 2 Juli 2018. “Sekarang sudah diproses di bagian Dumas,” tuturnya.

Fredy menjelaskan, berdasarkan putusan Pengadilan Agama (PA) Tangerang Selatan tentang Penetapan Ahli Waris Nomor 233/Pdt.P/2010/PA.Tgrs. Dalam putusan tersebut dinyatakan bahwa Yatmi merupakan ahli waris dari (alm) Alin bin Embing, pemilik sah tanah tersebut.

“Diperkuat dengan surat keterangan dari Kelurahan Pondok Jaya Nomor 973/115 – Pem tanggal 14 Mei 2018 tentang Surat Pemberitahuan Letter C Nomor 428. Dan semakin diperkuat dengan Surat Dasar Peralihan dari Kecamatan Ciledug Nomor 593/89 – PPAT/2018,” terangnya.

Tak hanya kepada Kementerian ATR/BPN dan Kemensekneg saja, ahli waris juga mengadukan permasalah yang dialaminya kepada Presiden Joko Widodo, Menko Polhukam dan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany.

Dari pihak Wali Kota Tangsel sendiri, ucap Fredy, berjanji akan menindaklanjuti kasus ini. “Mereka akan membentuk tim untuk pengecekan ke kelurahan, kecamatan sampai BPN Tangsel,” jelas Fredy.

Sementara itu, kuasa ahli waris Poly Betaubun Key mengatakan pada tanggal 20 Juli nanti BPN Tangsel mengundang pihak alih waris, Ibu Yatmi, untuk meminta klarifikasi terkait persoalan penyerobotan tanah ini.

“Selain kami yang diundang, BPN Tangsel juga mengundang PT Jaya Real Property dan Lurah Pondok Jaya Achmad Saichu. Undangan ditandatangani Kepala BPN Tangsel Wartono. Undangnya bernomor 799/600.13.36.07/VII/2018 tertanggal 6 Juli 2018,” ujarnya.

Poly memastikan pihaknya akan memenuhi undangan tersebut. “Kami harap dari PT Jaya Real Property dan Lurah Pondok Jaya dapat hadir. Kami akan bawa bukti bahwa tanah tersebut secara sah milik Ibu Yatmi,” terang Poly.

Selain itu, Poly menegaskan, apa yang dilakukan dirinya merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah terkait hak rakyat terhadap kepemilikan tanah. “Saya ini mata-matanya Pak Jokowi. Beliau kan pernah bilang, mata-mata dia ada di mana, salah satu adalah saya,” pungkasnya.

“Saya sudah menjalankan instruksi Pak Jokowi,” tambahnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *